TRAVEL ALAM INDONESIA

TRAVEL ALAM INDONESIA
alam indonesia

Mari berkelana menikmati Alam Indonesia beserta Khasanah Budayanya yang Khas. Kerabat Alam adalah sarana tepat untuk traveling dan wisata alam

Senin, 11 Januari 2010




Posted by Picasa

Kerabat Alam dan Daun Tersenyum: Undangan SHC

Kerabat Alam dan Daun Tersenyum: Undangan SHC

Undangan SHC

SNAKE HUNTER CLUB
INDONESIA (SHCI)

Alamat Cabang JABOTABEK : Kmp. Bumi Panggugah Jl. Teratai Raya No. 13 Ciomas, Bogor
 

Mei 2012
Nomor    :  10 /SHCI/JKT-BGR/I/2012
Lampiran :  1(satu) eksplar
Perihal     :  Peminjaman Tempat Di Lobby Gedung Manggala Wanabakti Blok VII
                  Dalam Rangka Kegiatan Pengobatan Rutin Dan Penerimaan Anggota
                  Snake Hunter Club Indonesia.


Kepada Yth.
Kepala Biro Umum
Sekretariat Jenderal
Departemen Kehutanan
di
JAKARTA

Bersama ini disampaikan dengan hormat, kami mohon dapat diijinkan kembali meminjam tempat Di Lobby Gedung Manggala Wanabakti Blok VII untuk melaksanakan kegiatan Pengobatan Rutin dan Penerimaan Anggota Baru.
Apabila Bapak Kepala Biro Umum berkenan mengijinkan untuk terlaksananya kegiatan ini, Insya Allah kami akan melaksanakan dan menggunakan tempatnya  
pada     :   Hari/Tanggal : Sabtu, Mei 2012
Waktu   :   09.00 WIB S/D 13.00 WIB
Tempat :   Di Lobby Gedung Manggala Wanabakti Blok VII
                Jl. Gatot Subroto – Senayan Jakarta.

Demikian, atas bantuan dan kerjasama serta partisipasinya diucapkan banyak terima kasih.


                                                            Snake Hunter Club Indonesia (SHCI)
                                                              Cabang Jakarta/Bogor




Ir. BAMBANG MURTIAJI
Pelaksana Pertolongan


Tembusan Kepada Yth:
- Bapak Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan
- Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setjen
- Badan Pengelola Gedung Manggala Wanabakti
- Ketua Dewan Guru SHCI, Ketua Umum SHCI dan Dewan Pembina Utama Snake   
  Hunter Club Indonesia
- SATPAM Kementerian Kehutanan dan SATPAM Badan Pengelola

Kontak Person : Ketua Dewan Guru(NURSIDIN H) Hp.081.29.45.75.48; Cab. Bgr (ajie): Hp. 08111.59.2.588
 

temanteman

Posted by Picasa

Melayani Pengobatan Cuma-Cuma

Kami Melayani pengobatan tradisional secara cuma-cuma dengan sarana dan prasarana Snack Hunter. Bagi anda yang berkenan berobat kepada kami silahkan datang dan tanpa dipungut bayaran, kami adalah sebagai pelaksana memberi pertolongan Kepada Anda.
Silahkan hubungi : Daun-Daun Tersenyum di 0811159258 atau email: bambangmurtiajie@gmail.com, kerabatalam.tersenyum@gmail.com

Snake Hunter Club Obati Banyak Penyakit

Snake Hunter Club Obati Banyak Penyakit

SHC atau Snake Hunter Club adalah klub dimana para anggota bisa mendapatkan serum anti racun/bisa ular dari berbagai jenis.

Awalnya ditujukan bagi para anggota kehutanan/ tentara yang seringkali berhadapan dengan bahaya digigit ular pada saat bertugas di lapangan(hutan), kemudian berkembang menjadi suatu perkumpulan besar yang sangat bermanfaat bagi masyarakat umum. Sempat difasilitasi dan berkembang pesat semasa Bpk. Ir. Transtoto menjabat sebagai Direktur Utama Perhutani, dan hingga sekarang beliau masih menjabat sebagai Pembina Utama SHC.

SHC yang pada tanggal 18 Juni 2008 lalu mengadakan pengobatan gratis untuk yang kesekian kalinya, bersedia membagi informasi dengan 1 menit-ers. Bpk. Bambang Jokaw menceritakan kepada saya banyak hal tentang SHC.

SHC pertama kali dirintis oleh Bpk.Lettu. Margono (Alm) dan kemudian dilanjutkan oleh Bpk. Nursidin Harjanto yang kini menjabat sebagai Dewan Guru yang berwenang meracik ramuan serum ular-ular berbisa. Snake Hunter Club kerap kali mengadakan penyuluhan dan pengobatan gratis menggunakan bisa ular.

Serum/ramuan bisa ular ini dapat mengobati dan mencegah berbagai penyakit yang ada dalam darah yang disebabkan oleh bakteri/virus. Termasuk di dalamnya penyakit-penyakit berat seperti HIV/AIDS, Kanker Darah, Kanker Tulang. Ini diobati dengan ramuan kategori I. Ada 3 kategori yang dibagi untuk kekebalan terhadap bisa/racun ular dan golongan penyakit-penyakitnya. Yaitu:

  • Gol.I untuk mengatasi penyakit:
    • Kanker Darah
    • Kanker Tulang
    • HIV/AIDS
  • Gol. II untuk mengatasi penyakit:
    • Diabetes
    • Typus
    • Lever
    • Asthma
    • Alergi
    • Luka dalam
  • Gol. III untuk mengatasi penyakit:
    • Malaria
    • Tetanus
    • Demam Berdarah Dengue
    • Rabies
    • Luka berdarah cepat kering
    • Flu Burung

Komunitas Snake Hunter Club membuka keanggotaan dengan biaya administrasi Rp.150.000,- per tingkatan (1-3) yang semata digunakan untuk operasional pembuatan ramuan obat dan pengolahan serum. Terutama untuk membiayai kegiatan pengobatan GRATIS bagi siapa pun yang memerlukan. Jadi obat dibagikan secara cuma-cuma kapan saja dibutuhkan pada siapa saja. Sedangkan keanggotaan adalah bagi mereka yang ingin mendapatkan kekebalan terhadap bisa-bisa ular yang berlaku seumur hidup. Khusus bagi anggota yang rutin berinteraksi dengan ular/sering digigit akan diberikan imunisasi wajib anti bisa kelas I setiap bulannya minimal 10x tanpa biaya apa-apa lagi.

Anggota yang telah mendapat imunisasi 10x dapat mengamalkan kekebalannya dan menjadi pelaksana pertolongan korban gigitan ular. Bagi mereka akan diberikan pengajaran dan bimbingan secara cuma-cuma dan wajib menolong sesamanya tanpa imbalan. Termasuk menjinakkan dan menangkap ular di alam bebas.

Tingkat kekebalan berdasarkan tabel serum:
  • Gol. I kebal terhadap ular:
    • Sendok/ Cobra
    • Dedak Bromo
  • Gol.II kebal terhadap ular:
    • Gibuk
    • Welang/belang
    • Weling
    • Gadung Luwuk
  • Gol.III kebal terhadap ular:
    • Talimongso
    • Cabe
    • Blandotan Krawang
    • Gadung
    • Blandotan Macan
    • Koros
    • Puspa kajang
    • Kadut
    • Dumung Macan
    • Tampar
    • Tali Picis
    • Bawuk
    • Samberlilen
    • Air
    • Dedak Emprit
    • Diamond
    • Lare Angon
    • Sanca kembang
    • Sawah
    • Sanca Manuk
    • Phyton
    • LSD
    • Dowel

The Snake Hunter Club dapat dihub. melalui:
  • Dewan Guru Bpk. Nursidin Harjanto 082.258.626.355
  • Bpk. Bambang Jakaw 08111 59 258 (Kemen LH dan Kehutanan / LSM Kerabat Alam Bogor)
  • Bpk Imam Purworejo Hp. 081228553919
  • Bpk. Romi 0856 8516 971 (utk wil. Bekasi dan sekitarnya)

Rekreasi bersama Kerabat Alam

Wisata Alam Situ Gunung PDF Cetak E-mail
Berada tak terlalu jauh dari kota besar Jakarta, Taman Wisata Situ Gunung Sukabumi dapat dijadikan alternatif wisata alam bersama keluarga tercinta. Selain menampilkan pesona alam yang sangat alami, wisata alam Situ Gunung termasuk wisata murah yang bisa dinikmati semua golongan. Tapi, bukan murahan. Taman Wisata Situ Gunung masih menjadi bagian dari Taman Nasional Gede Pangrango di Sukabumi. Berada di kawasan wisata seluas hampir 100 hektare, banyak yang ditawarkan dalam wisata alam Situ Gunung.

Dari sekadar menikmati suasana alam khas pegunungan yang masih alami atau menikmati pemandangan yang alam buatan, yakni danau Situ Gunung. Bahkan, tempat ini menawarkan berbagai tantangan termasuk tracking (perjalanan) di alam terbuka, menuju kawasan air terjun Curug Sawer.

Disebut wisata alam semua golongan, karena wisatawan bisa memilih tempat untuk menginap. Jika memiliki dana yang cukup, wisatawan bisa memilih cottage yang berada di sekitar tempat tersebut dengan variasi harga antara Rp200 ribu hingga Rp350 ribu permalam. Jika tidak, bisa memilih kemping di sekitar danau dengan tarif Rp5 ribu saja untuk sehari semalam.

Ada beberapa blok bumi perkemahan di Situ Gunung, yakni Blok Tepus, Kalianda, Harendong, Tegal Arben dan Bagedor. Namun yang perlu diingat, jika datang terlambat di musim liburan atau di akhir pekan, terkadang semua tempat sudah fullbook untuk kegiatan perkemahan atau kegiatan outbound hingga ratusan orang.

Di Situ Gunung, selain bisa menikmati wisata alam, pengunjung juga bisa melihat langsung beberapa flora dan fauna yang dilindungi. Dari data yang didapat Travel Club, ada beberapa flora yang tumbuh di Situ Gunung. Di antaranya, Puspa (Schima walichi), Rasamala (Altingia exelsa), Damar (Agathis loranthifolia), Saninten (Castania argantea), Gelam (Eugenia fastigiata), Lemo (Litsea cubeba), serta Harendong Cai (Medinela speciosa). Sedangkan untuk fauna terdapat babi hutan, kijang, macan tutul, kera, surili, jaralang, trenggiling, ayam hutan dan tekukur.

Danau Buatan

Namun, yang sulit dipercaya bahwa danau seluas 6 hektare di Situ Gunung ternyata danau buatan. Sebab, secara kasat mata, danau tersebut benar-benar terlihat alami. Nyatanya, danau ini memang danau buatan oleh salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia dua abad lalu.

Menurut cerita, danau ini dibuat oleh bangsawan Mataram Rangga Jagad Syahadana, yang akhirnya dikenal sebagai Mbah Jalun. Dia merupakan buronan belanda yang lari dari Kerajaan Mataran karena diburu penjajah pada abad 1800-an. Setelah bersembunyi di beberapa kesultanan Jawa Tengah, akhirnya Mbah Jalun menetap di Kesultanan Banten.

Sebelum ke Sukabumi, menurut legenda, Mbah Jalun memperistri perempuan asal Kuningan Jawa Barat. Jalur keberangkatannya sendiri melalui Cianjur. Karena masih menjadi buron Belanda, jalan yang dilaluinya lebih banyak membuka hutan di pegunungan. Salah satu jalan yang dibukanya adalah jalan lewat Gunung Gede dan Pangrango.

Perjalanan ini penuh tantangan alam, seperti jalan yang berliku dan hutan lebat yang dihuni binatang buas. Setelah lama berjalan dengan istrinya, Mbah Jalun akhirnya berhenti di suatu lembah yang dialiri sungai yang jernih airnya. Ia pun memutuskan menetap di daerah tersebut.

Beberapa tahun kemudian, yakni pada tahun 1814, pasangan itu dikaruniai seorang putra yang diberinama Rangga Jaka Lulunta. Sebagai wujud syukur atas kelahiran anaknya, ia membangun danau kecil dalam waktu tujuh hari dengan peralatan sederhana, seperti kulit kerbau sebagai alat pengangkut tanah. Selesai dibuat, ia menamai danau itu Situ Gunung, artinya danau yang ada di gunung.

Namun, Belanda akhirnya mencium keberadaan Situ Gunung dan sangat takjub saat melihat keindahan danau buatan itu, apalagi ketika tahu danau itu dibuat oleh seorang buronan. Pada tahun 1840, Mbah Jalun tertangkap dan dijatuhi hukuman gantung. Tapi, Sebelum pelaksanaan hukuman gantung yang rencananya digelar di alun-alun Cisaat, ia berhasil melarikan diri. Syahadana sendiri wafat tahun 1841 di daerah Bogor. Namun, hingga saat ini makamnya masih dirahasiakan oleh keturunannya.

Sumber: Majalah Travel Club editor: Kerabat Alam

Sahabat Kerabat Alam